Dugaan Keracunan Makanan MBG, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Minta Investigasi Mendalam dan Apresiasi Penutupan Dapur SPPG Kalitengah
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo mendapat perhatian serius dari legislator Kota Delta. Insiden tersebut diduga dipicu oleh konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I, menegaskan pentingnya memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Menurutnya, meskipun dugaan awal mengarah pada santapan program MBG, penetapan kepastian penyebab harus berpijak pada hasil uji laboratorium dan investigasi resmi dari pihak berwenang.
“Dugaan sementara memang mengarah pada makanan MBG, namun penyebab pastinya harus dipastikan terlebih dahulu melalui pemeriksaan dari tim kesehatan dan pihak berwenang,” ujar Rizza Ali Faizin dalam keterangannya kepada kalamnusantara.com, Kamis (3/9/2026).
Di sisi lain, Pria yang akrab disapa Kaji Reza, mengapresiasi langkah cepat penutupan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, yang dilakukan sesaat setelah insiden timbul. Kebijakan penutupan ini dinilai tepat dan responsif untuk mencegah potensi risiko lebih lanjut, sekaligus memberikan ruang bebas bagi tim medis dan aparat terkait dalam melakukan klarifikasi serta pengujian sampel secara menyeluruh.
Mendukung tujuan baik dari program MBG, Kaji Reza juga menekankan bahwa jaminan keamanan pangan dan standar kesehatan harus selalu diutamakan. Pemerintah beserta jajaran terkait diminta bergerak cepat, transparan, dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. (Kholid).