S. Luthfiyah Bagikan Pengalaman Pertama Belajar Jadi MC: Berawal dari Tidak Pede hingga Ingin Upgrade Keahlian
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Belajar hal baru dan keluar dari zona nyaman tentu memberikan kesan tersendiri bagi setiap orang. Hal itulah yang dirasakan oleh S. Luthfiyah Al Lathifah Al Hasibah (17), seorang remaja asal Dusun Tanggungan, Desa Grinting, saat mengikuti pelatihan public speaking dan Master of Ceremony (MC) di Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Bendo Grogol, Tulangan, Sidoarjo, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan pelatihan public speaking di pesantren tersebut diikuti oleh puluhan santri dari tingkatan MI/SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK yang tampak sangat antusias. Acara yang menghadirkan jurnalis televisi nasional, Moh. Kholidun, S.Pd., sebagai pemateri ini digelar khusus untuk memupuk rasa percaya diri para santri sejak dini.
Gadis yang akrab disapa Fia ini mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga sekaligus menjadi momen perdana baginya belajar memandu sebuah acara secara langsung.
“Perasaannya ya merasakan pengalaman yang baru. Selain itu juga merasakan pengalaman jadi MC,” ujar Fia saat diwawancarai seusai sesi latihan.
Ia mengaku, sebenarnya keinginan untuk belajar menjadi MC sudah ada sejak lama. Namun, rasa percaya diri yang minim sempat menjadi ganjalan utama baginya untuk mulai mencoba. Lewat pelatihan inilah ia akhirnya memberanikan diri untuk mengasah potensi dan keberaniannya.
Saat diminta maju untuk melakukan praktik pertama kali di panggung, Fia tak menampik adanya rasa gugup yang cukup besar. Perasaan deg-degan sempat menyelimutinya lantaran belum pernah tampil memandu acara sebelumnya.
“Deg-degan, karena memang baru pertama kali,” ucapnya jujur.
Meski sempat merasa cemas, dorongan kuat untuk berkembang mengalahkan rasa takutnya. Fia menegaskan bahwa motivasi utamanya memberanikan diri maju praktik adalah keinginan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri.
“Iya, karena ingin mencoba. Ingin meng-upgrade keahlian,” tambahnya penuh semangat.
Setelah mengikuti pemaparan materi dari Moh. Kholidun dan praktik panggung, Fia merasa mendapatkan banyak wawasan baru. Ia kini mulai memahami dasar-dasar public speaking dan etika atau tata cara yang seharusnya dilakukan seorang MC ketika berada di atas panggung.
Ke depan, setelah membekali diri melalui pelatihan ini, Fia berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatnya untuk berkontribusi secara nyata di lingkungan sekitarnya.
“Harapannya semoga bisa ikut menjadi MC di acara-acara yang ada di desa,” tutup Fia. (FM Kholid).