Ketua Pimpinan Daerah DMI Sidoarjo Minta Takmir Tak Hanya Urusi Salat, tapi Juga Ekonomi dan Sosial Jemaah
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Sidoarjo mendorong seluruh jajaran pengurus takmir masjid dan pengurus DMI dari tingkat kecamatan hingga desa untuk memperluas peran masjid. Masjid diharapkan tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual semata, melainkan hadir sebagai pusat pembinaan umat yang responsif terhadap persoalan sosial dan ekonomi jemaah.
Arahan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Sidoarjo, H. Imam Mukozali, saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) DMI se-Kabupaten Sidoarjo sekaligus Pengurus Daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (PD BKMM) Kabupaten Sidoarjo. Acara yang mengusung tema “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid” ini berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, tokoh keagamaan, serta jajaran pengurus PW DMI Jatim serta BKMM DMI.
Dalam sambutannya, Imam Mukozali menekankan pentingnya melandasi pengabdian di tubuh DMI dengan rasa syukur dan komitmen tinggi. Hal ini diperlukan demi menjalankan amanah untuk mewujudkan visi utama organisasi, yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid.
“Rasa syukur ini tentunya tidak hanya seremonial saja, tetapi ini bentuk dari awal panjenengan mengabdikan diri, menjalankan sebuah amanah yang luar biasa untuk senantiasa memakmurkan masjid kita. Melalui DMI, mari kita memakmurkan masjid dan memakmurkan jemaah,” ujar Imam.

Dalam pemaparannya, Imam mengungkapkan data awal tempat ibadah di Kabupaten Sidoarjo. Saat ini, terdaftar sebanyak 1.415 masjid dan 4.216 musala yang telah memiliki ID resmi. Kendati demikian, ia menyebut angka tersebut belum mencakup keseluruhan tempat ibadah yang ada di lapangan.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pimpinan Daerah DMI Sidoarjo menginstruksikan seluruh pengurus cabang hingga ranting untuk melakukan pendataan secara menyeluruh. Langkah ini diambil agar pada akhir tahun 2026 seluruh data masjid dan musala dapat terverifikasi secara valid.
“Di lapangan masih banyak yang belum mendapatkan Surat Keterangan (SK) dan ID masjid. Tugas DMI adalah mendata itu. Sehingga di akhir tahun 2026 ini, semua kecamatan sudah fix dan valid jumlah masjidnya,” tegasnya.
Selain validasi data, Pimpinan Daerah DMI Sidoarjo juga mendorong penetapan status hierarki masjid secara legal berkolaborasi dengan pemerintah daerah, yang meliputi, Masjid Agung: Kedudukan masjid di tingkat kabupaten, yakni Masjid Agung Sidoarjo, Masjid Besar: Kedudukan masjid di tingkat kecamatan. DMI berkoordinasi dengan bagian Kesra dan ormas Islam untuk penetapan resminya, Masjid Jami’: Kedudukan masjid di tingkat desa atau kelurahan yang ditetapkan oleh kepala desa setempat.
Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa DMI merupakan wadah pemersatu yang bersifat inklusif tanpa membeda-bedakan latar belakang organisasi masyarakat (ormas) Islam, baik Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, maupun elemen umat lainnya.
“DMI tidak pilih-pilih ormas. Masjidnya NU, Muhammadiyah, LDII, semuanya bisa bergabung dan semuanya adalah saudara kita. Yang penting bagi kita adalah bagaimana masjid itu makmur,” jelasnya.
Imam turut mengajak para pengurus takmir untuk mengasah kepekaan sosial terhadap kondisi warga di sekitar lingkungan tempat ibadah. Pengurus masjid diminta aktif mendata dan mendampingi jemaah yang mengalami kesulitan ekonomi, memiliki rumah tidak layak huni, hingga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Apakah kita sudah berpikir kalau jemaah kita ada yang tidak bisa makan sehari tiga kali? Masjid harus hadir, takmir harus hadir, DMI harus hadir. Tugas takmir dan DMI tidak hanya menjadi pengurus, tetapi harus mengurusi jemaahnya,” tambah Imam.

Sinergi Strategis Bersama BKMM
Di akhir arahannya, Ketua Pimpinan Daerah DMI Sidoarjo memberikan apresiasi atas peran strategis Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM DMI) Kabupaten Sidoarjo sebagai mitra sejajar DMI dalam menggerakkan kegiatan keagamaan berbasis kaum perempuan.
Ia berharap kepengurusan BKMM DMI yang baru dilantik dapat menjalin kolaborasi sinergis dengan DMI di seluruh tingkatan guna membawa keberkahan dan kemajuan yang nyata bagi umat di Kabupaten Sidoarjo. (Kholid).