PDA Sidoarjo Gelar Tabligh Akbar, Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Maraknya Perceraian dan Miras
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sidoarjo menggelar kegiatan Tabligh Akbar di halaman SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, Ahad (27/9/2026). Agenda syiar Islam ini dirancang sebagai bentuk konsolidasi organisasi sekaligus langkah nyata dalam penguatan dakwah dan ketahanan keluarga di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Tabligh Akbar ini menghadirkan penceramah utama, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si, yang merupakan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur. Mengusung tema “Peran ‘Aisyiyah dalam Penguatan Akhlak, Ketahanan Keluarga, dan Perlindungan Remaja Menuju Generasi Islami Berkemajuan”, acara ini menjadi forum pencerahan bagi kader perempuan Muhammadiyah dalam menanggapi berbagai dinamika sosial terkini.
Ketua PDA Sidoarjo, apt. Muflikah, S.Si, dalam sambutannya membeberkan sejumlah data dan realita sosial yang memprihatinkan di Sidoarjo. Salah satu poin kritis yang disorot adalah tingginya angka perceraian di Pengadilan Agama Sidoarjo yang mencapai 3.408 kasus, di mana 76 persen di antaranya merupakan cerai gugat dari pihak istri.
“Artinya ada sekitar 2.500-an perempuan yang menggugat cerai suaminya. Ini jumlah yang sangat banyak. Konsekuensi dari perceraian yang tidak disiapkan dengan matang sering kali menempatkan anak-anak sebagai korbannya,” ujar Muflikah di hadapan para peserta yang hadir.
Selain masalah keretakan rumah tangga, Muflikah juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras (miras), tingginya kasus HIV, serta pergeseran gaya hidup remaja Sidoarjo yang kerap menghabiskan waktu hingga larut malam di warung kopi. Fenomena ini dinilai menjadi ancaman serius bagi moral dan masa depan generasi muda.
“Kalau kita lihat anak-anak cangkrukan di warung kopi sampai malam, tentu timbul kekhawatiran bagaimana fokus belajar mereka di sekolah. Kondisi lingkungan seperti peredaran miras dan maraknya warkop menjadi tantangan besar bagi para orang tua,” tegasnya.
Menjawab tantangan tersebut, PDA Sidoarjo berkomitmen untuk memasifkan kembali program-program unggulan organisasi, seperti Program Keluarga Sakinah dan Program Ketahanan Keluarga. ‘Aisyiyah Sidoarjo meneguhkan kembali ikhtiar untuk membina harkat kaum wanita dan memperkokoh benteng keluarga.

Mengutip bait Mars ‘Aisyiyah, Muflikah mengingatkan seluruh kader akan tugas suci perempuan sebagai tiang utama negara. Menguatkan peran ibu dan pendampingan anak menjadi kunci utama dalam menyelamatkan generasi mendatang dari ancaman bahaya sosial.
“Program-program PDA Sidoarjo ke depan akan difokuskan untuk mengukuhkan komitmen ini. Bismillah, semoga program yang dijalankan menjadi wasilah untuk mengantarkan anak-anak dan masyarakat kita meraih kemuliaan di dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Kholid).