Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Kalam Inspirasi/Pengayom Wilayah 1 M. Achmad Ungkap Kunci Keselamatan Lahir Batin: Dari Rutinitas Sholawat Hingga Pasrah pada Kuasa Allah
Kalam Inspirasi

Pengayom Wilayah 1 M. Achmad Ungkap Kunci Keselamatan Lahir Batin: Dari Rutinitas Sholawat Hingga Pasrah pada Kuasa Allah

By kalamnusantara.com
Agustus 14, 2026 2 Min Read
0

Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Pengayom Wilayah 1, M. Achmad, menegaskan pentingnya konsistensi dalam bersholawat, keikhlasan berbagi, dan kepasrahan total pada Kuasa Allah SWT sebagai kunci utama keselamatan lahir dan batin. Pesan mendalam tersebut disampaikannya dalam forum Pertemuan Pembina Firman Jajaran Pos PD 1 yang berlangsung di Pos Kepengayoman Daerah 1, Perwakilan Masyarakat Spiritual Indonesia (RASI) Dusun Dukuh, Desa Banjarbendo, Kamis (6/8/2026) lalu.

Dalam penuturannya, M. Achmad mengungkapkan bahwa dalam menyampaikan kebaikan atau bimbingan spiritual, fokus utamanya bukanlah pada apakah orang lain akan mengikuti atau tidak, melainkan keberanian untuk terus berbagi berdasarkan kesaksian dan pengalaman hidup nyata.

“Dalam prinsip saya, saya enggak penting orang ini mau mengikuti apa enggak. Yang terpenting bisa tersampaikan. Kalau yang disampaikan itu mendengarkan baik dan mengikuti, ya kita rawat dan arahkan pelan-pelan sesuai apa yang ada dalam latihannya,” ujar M. Achmad.

Sholawat dan Bukti Wujud Kuasa Allah

M. Achmad menekankan bahwa merutinkan sholawat merupakan salah satu benteng keselamatan hidup yang paling ampuh. Bagi orang yang sudah terlatih, sholawat bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mendasar yang membawa perubahan nyata pada kehidupan batin maupun lahiriah.

“Selawat itu salah satu cara untuk keselamatan hidup kita. Jangan eman-eman (ragu/sayang) kalau selawatan. Begitu sudah terbiasa, pasti biasa. Supaya kita lebih yakin, bukan kita yang bisa, tapi di situ wujud dari Kuasa Allah,” tegasnya sembari menambahkan pentingnya pengulangan hal-hal bermanfaat secara tertib.

Bagi M. Achmad, indikator paling sederhana namun bermakna dari kehadiran bimbingan ini adalah ketika seseorang yang datang dalam kondisi muram (merengut) bisa kembali pulang dengan senyuman (iso guyu).

Dalam forum tersebut, ia juga membagikan ikhtiar dan pengalaman pribadinya saat menghadapi persoalan kehidupan, termasuk masalah kesehatan keluarga. Ia menceritakan momen ketika anaknya mengalami sakit selama lebih dari tiga minggu dan tak kunjung sembuh meski sudah berobat ke beberapa dokter.

Dengan tetap bersikap tenang dan menghargai proses tanpa memaksakan kehendak, petunjuk Allah hadir di saat yang tepat. Hanya melalui perantara ikhtiar sederhana, memberikan kelapa muda (degan ijo), dengan izin dan Kuasa Allah SWT, kesembuhan diperoleh dalam waktu tiga hari.

“Solusi itu diberikan Allah kepada kita pada posisi-posisi kita terdesak. Bukan saya yang bisa, tapi kalau ada amanah dan doa itu kita amini, saya yakin Allah sudah mempersiapkan solusinya,” jelasnya.

Latihan Kesadaran dan Mengendalikan Diri

Guna menjaga kestabilan jiwa dan fokus di tengah dinamika harian, M. Achmad mengimbau seluruh peserta untuk terus melatih kesadaran diri (eling). Latihan sederhana ini dapat dilakukan cukup dengan mengheningkan cipta sejenak, tidak sampai lima menit, sebelum memulai aktivitas, memfokuskan pikiran dan hati pada apa yang dikerjakan, serta selalu mengingat Allah.

“Mengingat Allah itu ya bersyukur atas apa yang saat ini kita dapatkan, apapun bentuknya. Ini harus dilatih sendiri untuk menetralisir diri dan mengendalikan diri. Pelan-pelan diikuti, karena ini salah satu cara untuk keselamatan hidup kita,” pungkas M. Achmad menutup arahannya. (Kholid).

Tags:

Jawa TimurMasyarakat Spiritual IndonesiaPembinaan Mental SpiritualRASISidoarjo
Author

kalamnusantara.com

Follow Me
Other Articles
Previous

Wujud Kepedulian, Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Salurkan Bantuan ke UPT Asuhan Balita Sidoarjo

Next

Polsek Waru Bagi-Bagi 170 Paket Nasi Bungkus dalam Aksi Jumat Berkah

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Copyright 2026 — Kalam Nusantara. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme