3 Kunci Sukses Masa Depan Menurut Amrozi di Acara Mumtaz Berbagi
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) Sidoarjo, Amrozi, S.Fil.I., M.Pd., membeberkan tiga kunci utama meraih kesuksesan masa depan bagi para siswa. Pesan moral tersebut disampaikannya saat memberikan tausiah dalam kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial bertajuk “Mumtaz Berbagi Bersama Anak Yatim” yang mengusung tema “Berbagi Kasih, Menebar Senyum, Hadirkan Kebahagiaan Bersama” pada Sabtu (12/9/2026).
Acara ini diselenggarakan sebagai wadah penyaluran kepedulian sekaligus sarana penanaman karakter spiritual bagi para siswa. Dalam momentum tersebut, Amrozi menyampaikan tausiah mendalam mengenai fondasi penting yang harus dimiliki seorang murid untuk meraih masa depan yang gemilang.
Kunci sukses pertama yang disampaikan Amrozi adalah berbakti kepada orang tua. Menurutnya, orang tua adalah sosok yang paling berjasa dalam kehidupan setiap anak, sehingga doa dan restunya menjadi pondasi utama keberhasilan.
“Orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Selalulah minta maaf dan minta doa restu kepada mereka. Bagi yang orang tuanya sudah meninggal, mohonkan maaf dan terus kirimkan doa terbaik untuk mereka,” tutur Amrozi.
Poin kedua yang tidak kalah penting adalah menghormati bapak dan ibu guru. Amrozi menekankan bahwa keberhasilan seseorang di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak semata, melainkan juga dari akhlak dan rasa hormat kepada pengajar.
“Doa dan restu guru sangat menentukan kesuksesan murid-muridnya. Banyak anak yang secara akademis biasa saja, tetapi hidupnya sukses karena sangat menghormati gurunya. Biasakan selalu ucapkan salam, berjabat tangan, mencium tangan guru, serta meminta maaf dan doa restu sebelum pulang sekolah,” jelasnya.
Adapun kunci sukses ketiga sekaligus yang paling mendasar adalah taat kepada Allah SWT. Amrozi menegaskan bahwa penentu utama keberhasilan hidup seorang hamba adalah Sang Pencipta, sehingga ibadah tidak boleh dipertaruhkan.
“Allah SWT adalah penentu utama kesuksesan seseorang. Jangan pernah meninggalkan salat lima waktu dalam kondisi apa pun dan di mana pun,” tegas Amrozi di hadapan para hadirin.
Suasana kegiatan semakin meriah ketika Amrozi memberikan apresiasi berupa uang saku kepada siswa yang berani maju dan menjawab pertanyaan dengan tepat. Interaksi hangat ini menambah antusiasme para siswa dalam menyimak pesan moral yang disampaikan.
Untuk memperkuat pesan spiritualnya, Amrozi membagikan kisah teladan pada zaman Rasulullah SAW tentang jenazah seorang ayah yang berubah rupa menjadi babi hutan akibat semasa hidupnya melalaikan ibadah salat. Melalui kisah ini, para siswa diingatkan bahwa salat adalah kewajiban utama yang tidak boleh diabaikan.
Pesan tausiah tersebut makin ditegaskan melalui lantunan lagu Mutiara Hikmah yang memuat bait pengingat rukun Islam dan penyerahan diri kepada Allah SWT:
“Salat itu kewajibanku
Puasa itu kewajibanku
Zakat itu kewajibanku
Dan haji bagi yang mampu”
Lagu tersebut kemudian ditutup dengan zikir Hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula wanikman nasir yang menyentuh hati para hadirin.
Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga besar SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman agar terus membawa manfaat bagi sesama, diberikan kepercayaan oleh masyarakat, serta seluruh warganya senantiasa dilimpahi kesehatan. (Kholid).