Tiga Menit Hening di Bundaran TPI Sidoarjo, Saat Roda Kendaraan Berhenti Demi Merah Putih
Sidoarjo (kalamnusantara.com) — Jarum jam menunjukkan tepat pukul 10.17 WIB di Bundaran Taman Pinang Indah (TPI), Kabupaten Sidoarjo, Senin (17/8/2026) pagi. Derap mesin kendaraan yang biasanya melaju bising mendadak senyap. Lalu lintas sengaja dihentikan, memberi ruang bagi momen yang melintasi sekat waktu, memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selama tiga menit, hingga pukul 10.20 WIB, suasana jalan raya berubah khidmat. Para pengendara sepeda motor mematikan mesin, turun, dan berdiri tegak di samping kendaraannya. Bersama personel Satlantas Polresta Sidoarjo dan warga sekitar, mereka mengambil sikap sempurna.

Di bawah terik matahari pagi, alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema. Pengendara yang semula terburu-buru mengejar waktu, sejenak menanggalkan kesibukannya untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada para pahlawan bangsa pada peringatan HUT ke-81 RI ini.
”Ini sebagai bentuk penghormatan kita terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat,” ujar Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Yudhi Anugrah Putra, di lokasi acara.
Yudhi menjelaskan, momen penghentian serentak pada pukul 10.17 WIB ini dipilih karena bertepatan langsung dengan waktu bersejarah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI puluhan tahun silam.
Tak sekadar mengajak mengheningkan cipta, jajaran kepolisian juga memanfaatkan momen kebersamaan ini untuk menyampaikan pesan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
”Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Sidoarjo,” tambah Yudhi.

Sentuhan hangat terasa ketika petugas kepolisian menghampiri para pengendara yang berhenti. Sebanyak 81 bendera Merah Putih berukuran kecil dan 81 butir cokelat dibagikan langsung kepada warga, angka simbolis yang menandai usia ke-81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui aksi sederhana namun sarat makna ini, kepolisian berharap semangat kemerdekaan tak berhenti sebagai seremonial tahunan belaka, melainkan terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
”Harapannya masyarakat semakin mencintai Indonesia, tertib berlalu lintas, serta kita bisa mewujudkan suasana yang tertib, damai, aman, sentosa, dan merdeka,” pungkas Yudhi saat menutup kegiatan.
Ketika jarum jam bergerak melewati pukul 10.20 WIB, piringan roda kembali berputar dan mesin kendaraan kembali meraung. Namun, ada kehangatan dan rasa bangga yang tertinggal di Bundaran TPI—sebuah pengingat bahwa di tengah riuh lalu lintas kota, rasa cinta Tanah Air akan selalu menemukan ruang untuk bersemi. (Sukisno).