Ceramah Pertama di Masjid Agung Sidoarjo, Gus Peyek: YPM Istimewa & Selalu di Hati
Sidoarjo (kalamnusantara.com) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, dan Haul Almaghfurlah KH Munir Hasyim Latif, yang digelar oleh Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Komplek Sidoarjo di Masjid Agung setempat menghadirkan momen emosional. Pengasuh Pondok Pesantren Pancawarna, Ustadz Syarifuddin Yoyok Handoko atau yang akrab disapa Gus Peyek, menyampaikan rasa bangganya terhadap YPM di hadapan ribuan siswa dan dewan guru yang hadir.
Meski sudah sering mengisi ceramah di berbagai daerah, momen tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Gus Peyek berdiri dan menyampaikan tausiyah di Masjid Agung Sidoarjo atas undangan resmi YPM. Hal ini membuatnya merasa memiliki ikatan istimewa dengan lembaga pendidikan tersebut.
“Baru kali ini ceramah di Masjid Agung, pertama kali. Berarti YPM istimewa! Biarpun sekolah swasta berlandaskan di Sidoarjo, YPM selalu ada di hatinya Gus Peyek. Saya tidak akan berpaling,” tegas Gus Peyek dalam ceramahnya, Senin (24/8/2026).
Gus Peyek bahkan menegaskan bahwa separuh hatinya telah tertambat di YPM. Sebagai bentuk rasa bangga dan wujud kepedulian nyata, ia menyampaikan komitmen sosial untuk membantu para siswa YPM yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sekolah.
Ia berjanji siap memfasilitasi kebutuhan dasar para pelajar, seperti sepatu hingga perlengkapan seragam sekolah, dengan meminta pihak sekolah mendaftar siswa yang benar-benar membutuhkan.

“Pokoknya kalau ada anak YPM yang membutuhkan apa saja, jangan lupa datang ke rumah Gus Peyek. Butuh sepatu, butuh uang seragam, datang ke rumah. Pak Guru tolong nanti didata anak-anak yang benar-benar membutuhkan, walaupun ada 150 anak akan saya belikan,” lanjutnya penuh antusias.
Menanggapi ungkapan kebanggaan dan tawaran kepedulian tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK YPM 8 Sidoarjo, Muhammad Hasan Qodari, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam. Hasan menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah menjalankan program pendampingan langsung secara internal bagi siswa yang membutuhkan.
”Di SMK YPM 8 Sidoarjo, kami memiliki program untuk anak yang kurang mampu. Ketika wali kelas menemukan siswa dengan baju atau tas sobek, serta sepatu yang sudah tidak layak, anak tersebut langsung dipanggil, didata, dan perlengkapannya diganti secara cuma-cuma di lokasi,” terang Hasan.
Oleh karena itu, Hasan menilai tawaran dan niat baik dari Gus Peyek akan semakin memperkuat sinergi sosial demi kesejahteraan para siswa.
”Terima kasih atas tawaran yang sudah disampaikan Gus Peyek. Nanti kita berkomunikasi lagi untuk mengoordinasikan agar bisa bersinergi. Kami sangat berterima kasih separuh hati Gus Peyek ada di siswa YPM. Mudah-mudahan anak-anak menjadi generasi yang cinta ulama,” pungkasnya. (Kholid).