Perkuat Ekonomi Syari’ah, PRM Kenongo Resmi Buka Toko At-Taqwa Mart
Sidoarjo (kalamnusantara.com) — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Kenongo secara resmi meluncurkan unit usaha ekonomi mandiri terbarunya, At-Taqwa Mart, pada Ahad (30/8/2026). Mengusung motto “Mewujudkan Kesejahteraan Ummat dalam Bingkai Ekonomi Mandiri Syari’ah”, kehadiran toko ritel ini menjadi momentum penting dalam penguatan dakwah sosial dan ekonomi umat di wilayah Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.
Rangkaian acara Grand Opening yang terpusat di Halaman Toko At-Taqwa diawali sejak pukul 05.45 WIB. Ratusan warga dan jemaah tampak antusias mengikuti kegiatan Jalan Sehat Bersama untuk mempererat ukhuwah islamiyah.
Selain jalan sehat, acara dimeriahkan dengan Launching Ceremony peresmian toko secara simbolis yang dilakukan oleh Kepala Desa Kenongo, Muhammad Husein, didampingi Ketua PRM Kenongo, Muhammad Ilhami, serta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan. Acara juga dirangkai dengan penukaran kupon berhadiah menarik bagi para peserta.

Dari pantauan di lokasi, sesaat setelah At-Taqwa Mart diresmikan, puluhan warga langsung menyerbu toko untuk menukarkan voucher belanja gratis senilai Rp20 ribu. Pihak PRM Kenongo sengaja membagikan voucher tersebut yang berlaku mulai 30 Agustus hingga 2 September 2026 mendatang.
Ketua PRM Kenongo, Muhammad Ilhami, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan saat ini adalah memublikasikan dan mengenalkan At-Taqwa Mart secara luas sebagai wujud nyata dakwah di bidang sosial dan ekonomi. Terinspirasi dari pesan Ali bin Abi Thalib, “Man shaghurat himmatuhu, bathalat fadhilatuhu” (Siapa yang kecil cita-citanya, maka hidupnya akan sepele), ia menegaskan keberanian persyarikatan dalam berinovasi.

“Muhammadiyah adalah persyarikatan yang besar, sudah dikenal secara luas, orangnya berani-berani, dan pantang menyerah. Di tengah momentum tantangan resesi ekonomi, kita justru membuat amal usaha baru sebagai ajang unjuk potensi diri bahwa Muhammadiyah mampu menyejahterakan ekonomi masyarakat luas,” tegas Muhammad Ilhami.
Terkait patokan harga, produk-produk di At-Taqwa Mart dipastikan kompetitif dan ekonomis agar dapat dijangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Toko ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 21.00 WIB. Ia berharap amal usaha tersebut membawa keberkahan karena dikelola dari umat, oleh umat, dan bermuara untuk kemanfaatan umat.

Dukungan penuh juga mengalir dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan. PCM Tulangan yang membidangi Pengembangan Ranting, Muhammad Shodiq, menyampaikan apresiasi dan rasa bahagianya atas keberanian PRM Kenongo. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah tidak hanya fokus pada bidang pendidikan, tabligh, dan kesehatan, tetapi juga harus hadir langsung menyentuh kebutuhan ekonomi harian masyarakat.
“Dulu di Kemantren sempat ada unit usaha serupa, namun tidak bertahan lama karena berbagai faktor. Namun saya melihat di Kenongo ini persiapannya dilakukan melalui kajian yang mendalam dan persiapan yang matang. Insya Allah, dengan qadarullah dan doa kita bersama, At-Taqwa Mart akan diberikan kelancaran, kemudahan, dan keberkahan,” ungkap Muhammad Shodiq.
Sementara itu, Kepala Desa Kenongo, Muhammad Husein, menyambut hangat peresmian At-Taqwa Mart. Ia mengungkapkan bahwa pendirian unit usaha ini memang sudah lama didambakan oleh warga lokal agar kebutuhan masyarakat dapat tercukupi dari amal usaha milik sendiri.
“Selama ini kebutuhan masyarakat kelihatannya didominasi oleh pihak minimarket luar. Kami mengajak warga Desa Kenongo dan sekitarnya untuk berpikir kembali dan mengalihkan tujuan belanjanya ke At-Taqwa Mart. Toko ini milik organisasi untuk mengembangkan agama dan umat, bukan untuk kepentingan pribadi seseorang. Harapan kami, hadirnya toko ini bisa memakmurkan masyarakat sekitar,” pungkas Muhammad Husein. (Kholid).
