Yayasan Suaka Semesta Indonesia Gelar Edukasi Alam Bebas dan Aksi Penanaman Pohon di Gunung Pundak
Mojokerto (kalamnusantara.com) — Yayasan Suaka Semesta Indonesia sukses menggelar aksi konservasi dan edukasi lingkungan berskala publik di kawasan Gunung Pundak, Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu hingga Minggu (12–13/9/2026). Kegiatan selama dua hari tersebut mengusung misi utama memperkuat kesadaran ekologis, serta mengajak masyarakat luas untuk terlibat secara aktif dalam merawat ekosistem alam pegunungan.
Adapun rangkaian agenda utama yang dilaksanakan meliputi program edukasi alam bebas, aksi partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan, serta aksi nyata konservasi berupa penanaman pohon di area kritis ekosistem Gunung Pundak.
Pada sesi edukasi alam bebas, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai etika dan perilaku yang tepat saat beraktivitas di alam terbuka. Materi difokuskan pada prinsip menikmati keindahan alam tanpa menimbulkan dampak kerusakan ekologis, pengelolaan sampah mandiri, pemahaman prinsip Leave No Trace, serta pengayaan wawasan lingkungan hidup secara komprehensif.

Ketua Yayasan Suaka Semesta Indonesia, Tri Agung Prasetyo, S.H., menegaskan bahwa pelestarian lingkungan hidup tidak lagi dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah atau lembaga konservasi semata, melainkan membutuhkan partisipasi kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Suaka ingin membangun jembatan antara masyarakat dan alam. Kami mengedukasi masyarakat agar dapat menikmati keindahan alam bebas secara bertanggung jawab, sekaligus mengajak mereka turun tangan langsung melalui penanaman pohon sebagai wujud nyata menjaga masa depan lingkungan,” ujar Tri Agung.
Ia menambahkan, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan investasi ekologis jangka panjang. “Kehadiran kita di Gunung Pundak harus meninggalkan jejak kebaikan. Menikmati keindahan alam itu hak setiap warga, namun menjaga dan melestarikannya adalah kewajiban hukum dan moral kita bersama,” tegasnya.
Puncak dari rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman ratusan bibit pohon konservasi di kawasan Gunung Pundak Tahura R. Soerjo pada Minggu pagi. Penanaman ini diharapkan dapat memperkuat daya serap air tanah, mencegah erosi di lereng pegunungan, serta menjaga keanekaragaman hayati lokal kawasan konservasi tersebut.
Melalui aksi berkelanjutan ini, Yayasan Suaka Semesta Indonesia berkomitmen untuk terus konsisten mengedukasi publik serta memperluas gerakan konservasi lingkungan berbasis komunitas di berbagai wilayah Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya. (red).