Cahaya Madinah Al-Munawwarah: Menyelami Sejarah, Keutamaan, hingga Persiapan Spiritual Jemaah Umrah
Madinah (kalamnusantara.com) — Kota Madinah Al-Munawwarah selalu menyimpan keistimewaan dan kerinduan yang mendalam bagi setiap umat Islam. Sebagai tempat berhijrah dan berdakwahnya Rasulullah SAW, kota suci ini tidak hanya kaya akan sejarah peradaban Islam, tetapi juga menawarkan keutamaan ibadah yang luar biasa bagi para jemaah umrah maupun haji.
Dalam sesi pembekalan dan orientasi ibadah di Tanah Suci yang disampaikan saat perjalanan, dari Bandara Jeddah menuju ke hotel di Kota Madinah yang diikuti sekitar 38 jemaah pada Sabtu (24/10/2026), Mutawif Ar Roudloh Global Tour & Travel, Ustaz Fahrur Asnar, memberikan bimbingan yang penuh akan makna spiritual dan arahan teknis perjalanan. Ia memaparkan sejarah penamaan kota, keutamaan Masjid Nabawi dan Raudhah, hingga pesan penting demi kelancaran ibadah jemaah selama berada di Kota Nabi.
Ustaz Fahrur Asnar mengawali penyampaiannya dengan mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa menyalakan rasa syukur di dalam hati, atas nikmat kesanggupan dan kesempatan berziarah ke Madinah Al-Munawwarah. Ia menegaskan peringatan ilahi mengenai pentingnya bersyukur.
“Barang siapa yang bersyukur atas nikmatnya Allah, maka akan Aku tambahkan nikmat tersebut kepada-Nya. Dan barang siapa yang tidak bersyukur atas nikmat kepada Allah, maka ketahuilah azab-Ku sangatlah pedih,” tutur Ustaz Fahrur Asnar di hadapan para jemaah Ar Roudloh Global Tour & Travel.
Lebih lanjut, ia mengulas akar sejarah penamaan kota suci tersebut. Sebelum Rasulullah SAW berhijrah dan menyebarkan ajaran Islam, kota ini dikenal dengan nama Yatsrib. Setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW, nama kota diubah menjadi Madinah Al-Munawwarah.
Secara etimologi, kata Madinah memiliki arti “kota”, sedangkan Munawwarah bermakna “bercahaya”, sehingga Madinah Al-Munawwarah diartikan sebagai kota yang memancarkan cahaya petunjuk. Ia juga menambahkan bahwa kota ini memiliki sebutan mulia lainnya, seperti Darul Hijrah (tempat hijrahnya Rasulullah SAW) dan Darul Iman (tempat bernaungnya keimanan).
Ustaz Fahri menjelaskan, kemuliaan Madinah semakin lengkap karena kota ini sangat dicintai oleh Rasulullah SAW, sebagaimana doa yang beliau panjatkan:
“Allahumma habbib ilainal madinah kahubbibnal makkah au asyad (Ya Allah, berikanlah kecintaan kami kepada Kota Madinah seperti kecintaan kami kepada Kota Makkah atau bahkan lebih),” sebut Ustaz Fahrur Asnar merujuk pada doa Nabi.
Sebagai pusat peradaban dan benteng Islam (Qubbatul Islam), Kota Madinah menawarkan keutamaan pahala yang berlipat ganda bagi para peziarah yang mendirikan ibadah di Masjid Nabawi. Ustaz Fahrur Asnar menyampaikan sabda Rasulullah SAW terkait ganjaran sholat di masjid tersebut.
“Barang siapa yang salat di Masjid Nabawi, pahalanya 1.000 kali lipat lebih baik daripada salat di tempat-tempat lain, kecuali Masjidil Haram,” jelasnya.
Di samping itu, para jemaah Ar Roudloh Global Tour & Travel juga diingatkan untuk memanfaatkan kesempatan beribadah dan memanjatkan doa di Raudhah, yakni area istimewa di dalam Masjid Nabawi yang berada di antara rumah dan mimbar Rasulullah SAW. Ia menukil hadis shahih mengenai keberkahan tempat tersebut:
“Baina baiti wa minbari raudhatun min riyādil jannah (Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga),” kutip Ustaz Fahrur Asnar.
Untuk memaksimalkan kunjungan ibadah di Madinah, Ustaz Fahrur Asnar mengimbau seluruh jemaah agar senantiasa memperbanyak amalan sunnah, khususnya membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia mengingatkan bahwa setiap ucapan shalawat dari seorang hamba akan mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Selain penguatan spiritual, Mutawif dari Ar Roudloh Global Tour & Travel ini juga menyampaikan beberapa pengumuman teknis penting demi menjaga kenyamanan dan ketertiban seluruh rombongan.
Menurutnya, walaupun jemaah terbagi ke dalam beberapa grup, seluruhnya tetap berada di bawah satu komando bimbingan tour kepemimpinan yang sama untuk seluruh perjalanan ibadah di Makkah dan Madinah.
“Pembagian kamar hotel tempat menginap jemaah diinformasikan secara rinci dan teratur setibanya rombongan di lokasi. Bagi jemaah yang telah menunaikan ibadah salat, dianjurkan untuk tidak meluangkan waktu secara sia-sia, melainkan tetap menjaga kualitas ibadah dengan memperbanyak zikir dan doa,” ungkapnya.
Melalui bimbingan yang menyeluruh dari Ar Roudloh Global Tour & Travel, diharapkan para jemaah tidak hanya memahami sejarah dan kedudukan mulia Kota Madinah, tetapi juga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah umrah dengan khusyuk serta meraih predikat umrah yang mabrur. (Kholid).