Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Kalam Pemerintah/Antisipasi Dampak Sesar Waru, Warga Sidoarjo Ikuti Sekolah Lapang Gempa Bumi BMKG
Kalam Pemerintah

Antisipasi Dampak Sesar Waru, Warga Sidoarjo Ikuti Sekolah Lapang Gempa Bumi BMKG

By kalamnusantara.com
Oktober 17, 2026 3 Min Read
0

Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Sejumlah warga Kabupaten Sidoarjo antusias mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) 2026 yang digelar oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung sehari penuh tersebut, peserta dibekali berbagai materi penting. Mulai dari pemahaman mendalam terkait potensi bencana gempa bumi di wilayah setempat, hingga langkah-langkah konkret kesiapsiagaan dan mitigasi dalam menghadapinya.

Peserta SLG tahun ini berasal dari lintas kalangan yang berjumlah 53 orang. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga elemen masyarakat umum.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi. Turut hadir secara langsung Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso, serta Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dan Anggota Komisi V DPR RI Arizal Tom Liwafa yang bergabung secara daring.

Dalam sambutannya, Moh. Bahrul Amig menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat menyambut baik inisiatif BMKG. Kegiatan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat mitigasi bencana tektonik di daerah.

“Keselamatan nyawa warga Sidoarjo dari ancaman bencana tektonik menjadi prioritas utama kami. Mengingat posisi wilayah kita berada dalam dinamika potensi kebencanaan di Jawa Timur, kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh,” tegas Amig.

Ia menambahkan, data dan informasi dari BMKG merupakan petunjuk arah penting bagi keselamatan jiwa serta keberlangsungan ekonomi daerah. Mengingat gempa bumi tidak bisa dicegah, kunci utamanya terletak pada edukasi berkelanjutan.

“Kita tidak bisa mencegah gempa bumi terjadi, tetapi kita bisa menekan dampaknya seminimal mungkin. Kuncinya terletak pada edukasi berkelanjutan dan kesadaran masyarakat agar senantiasa siap dan tanggap,” ujarnya.

Ia pun mengimbau seluruh peserta agar membagikan ilmu dan keterampilan yang didapat selama SLG kepada keluarga dan lingkungan sekitar guna mengubah kepanikan menjadi kesiapsiagaan nyata.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, memaparkan bahwa wilayah Indonesia pada umumnya rawan gempa bumi dan tsunami, sehingga langkah kesiapsiagaan secara masif seperti SLG sangat penting.

Khusus untuk Kabupaten Sidoarjo, Ricko mengungkapkan hasil kajian terbaru dari Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tahun 2024. Berdasarkan pemetaan tersebut, terdapat sumber bahaya kegempaan terdekat yang melintasi wilayah Sidoarjo, yaitu Sesar Waru.

“Sesar Waru diidentifikasi memiliki potensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 6,8,” ungkap Ricko.

Meski demikian, pihak BMKG mengimbau masyarakat Sidoarjo agar tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan, melainkan memfokuskan energi pada langkah-langkah mitigasi nyata.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, serta selalu memantau informasi resmi dari BMKG. Jangan mudah percaya dengan isu atau kabar burung yang menyebutkan bahwa gempa bumi dapat diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat,” tegasnya.

Ricko mengingatkan hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan magnitudo gempa bumi secara pasti. Informasi yang ada merupakan perhitungan potensi yang harus direspons dengan kesiapsiagaan mengenali tindakan sebelum, saat, dan sesudah gempa terjadi.

Sumber : Rilis Diskominfo Sidoarjo, diolah redaksi

Tags:

ASNBMKGBupati SidoarjoBupati SubandiKalam NusantaraKalam Nusantara MediaPolriSekolah Lapang Gempa BumiSLGM 2026TNIWarga Sidoarjo
Author

kalamnusantara.com

Follow Me
Other Articles
Previous

Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini, SMP Al Muslim Waru Adakan LDKS di Trawas

Next

RS Siti Khodijah Sepanjang Ingatkan Bahaya Varises dan Kenalkan SAVENA

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Copyright 2026 — Kalam Nusantara. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme