Gus Kikin Tegaskan Qanun Asasi Jadi Panduan NU Menapaki Abad Kedua
Jombang (kalamnusantara.com) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmat 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menekankan pentingnya mengembalikan Qanun Asasi karya Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari sebagai panduan utama gerak organisasi NU di masa depan. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan usai terpilih pada Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin menceritakan bahwa Qanun Asasi yang ditulis pada kurun waktu 1926 hingga 1928 sempat tidak dipergunakan secara utuh ketika NU menjadi partai politik pada tahun 1952. Meski NU memutuskan kembali ke Khittah 1926 pada tahun 1984, naskah Qanun Asasi yang ditemukan saat itu hanya sebatas bagian mukadimah atau pembukaan saja.
Namun, keberadaan bab-bab penting yang sempat hilang tersebut kini telah berhasil ditemukan kembali secara lengkap di Pesantren Tebuireng sejak tiga tahun lalu. Menurutnya, naskah legendaris itu memuat roadmap, pedoman, manhaj (metode), fikrah (pemikiran), hingga harakah (gerak) NU yang utuh.
“Oleh karena itu rasanya tidaklah mustahil kalau itu kemudian diimplementasikan lagi di zaman sekarang, di mana NU menapak perjalanannya di abad kedua ini dengan menggunakan Qanun Asasi,” ujar Pengasuh Pesantren Tebuireng tersebut.

Ia menambahkan, Qanun Asasi dahulu menjadi kunci keberhasilan pesatnya perkembangan NU di awal berdirinya, hingga disegani oleh pemerintah kolonial Belanda. Dengan berpegang teguh pada naskah otentik pendiri NU tersebut, ia optimistis Nahdlatul Ulama dapat memperkuat basis persatuan serta ukhuwah di tingkat akar rumput.
“Sekarang NU masuk abad kedua, Presidennya Presiden Bapak Prabowo Subianto. Nah, ini dengan kita modal Qanun Asasi, kita menggalang persatuan, kita menggalang ukhuwah persaudaraan, kita bisa menjadikan Indonesia nanti ke depan lebih baik,” tuturnya.
Gus Kikin berharap kepemimpinannya di PBNU periode 2026–2031 dapat membawa NU menjadi organisasi yang lebih rukun, bersatu, serta berfokus pada kemaslahatan umat dan pengabdian kepada masyarakat luas. (Kholid).
Foto: Ajib & tangkapan layar youtube sekretariat presiden