Peringati Maulid Nabi & Haul ke-22 KH. Munir Hasyim Latief, Gus Makki Tekankan Pentingnya Totalitas dan Profesionalisme
Sidoarjo (kalamnusantara.com) — Suasana khidmat menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-22 Almaghfurlah KH. Munir Hasyim Latief, pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sepanjang pada Sabtu malam (22/8/2026) di Komplek YPM Megare Taman.
Dalam momen ini, Ketua YPM, Ir. H. Ahmad Makki, MT. (Gus Makki), menyampaikan pesan mendalam mengenai warisan nilai, totalitas, serta profesionalisme yang selalu diajarkan oleh almarhum sang ayah.
Melalui sambutannya yang dilansir dari kanal YouTube Official YPM, Gus Makki mengawalinya dengan rasa syukur atas terselenggaranya acara rutin keluarga besar YPM ini, sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tamu undangan yang hadir.
Gus Makki mengungkapkan salah satu hadis yang selalu menjadi pegangan hidup almarhum Abah Hasyim:
”Innallaha yuhibbu idza ‘amila ahadukum ‘amalan ay yutqinahu”
(Sesungguhnya Allah menyukai jika salah seorang dari kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan / sungguh-sungguh dan profesional).
Nilai itqan dan totalitas ini juga tercermin dari keteladanan tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Makki menceritakan bagaimana Abah Hasyim sangat mengidolakan Kiai Mahfudz Siddiq, Ketua PBNU yang dikenal memiliki penguasaan organisasi dan standar kualitas yang sangat tinggi.
Saking tingginya kapasitas Kiai Mahfudz Siddiq sebagai pembaharu NU, Kiai Wahid Hasyim kala itu bahkan sempat melamar Bung Hatta untuk mencari sosok pengganti yang sepadan.
”Kehebatan Kiai Mahfudz Siddiq tak lepas dari gemblengan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang sangat menguasai manajemen strategis dan tata kelola organisasi,” ujar Gus Makki.
Lebih lanjut, Gus Makki menekankan bahwa Abah Hasyim memberikan contoh nyata tentang arti totalitas seorang santri. Selama hidupnya, almarhum mengabdi secara penuh lintas tiga generasi ulama besar, mulai dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Kiai Wahid Hasyim, hingga KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Gus Makki menegaskan, nilai-nilai inilah yang kini diikhtiarkan oleh keluarga besar YPM untuk terus dirawat, diantaranya sikap profesional. Menjalankan tugas dengan ikhlas dan disiplin, termasuk disiplin dalam ibadah seperti menjaga shalat berjamaah tepat waktu.
Selain itu, menjaga kemanfaatan, memastikan setiap amalan dan peninggalan Abah Hasyim terus membawa dampak positif bagi masyarakat luas, serta kualitas diri. Terus belajar dan meningkatkan kapasitas pribadi agar nilai pengabdian tidak terputus.
”Bagi kami keluarga, mempertahankan kualitas dan kemanfaatan amalan Abah adalah cara agar kami tetap ‘sambung’ dengan beliau. Jika kami berhenti menjalankannya, berarti hubungan itu terputus,” tutur Gus Makki dengan penuh haru.
Mengakhiri sambutannya, Gus Makki menyampaikan permohonan doa tulus dari seluruh hadirin, agar keluarga besar YPM senantiasa diberi keistiqamahan dalam menjaga amanah, serta permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan maupun jamuan. (Kholid).