Rektor Umsida Tegaskan Insan Pendidikan Harus Jadi Benteng Pencegah Perilaku Perusak Bangsa
Sidoarjo (kalamnusantara.com) — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia dengan memadukan kegiatan kebugaran fisik dan refleksi peran pendidikan bagi kemajuan bangsa, Sabtu (29/8/2026).
Kemeriahan acara diawali dengan senam bersama ribuan peserta yang memadati halaman kampus, sebelum akhirnya dilepas oleh Rektor Umsida, Dr. H. Hidayatulloh, M.Si., untuk mengikuti jalan sehat sejauh 3 kilometer. Kegiatan ini diikuti tidak kurang dari 1.500 peserta yang terdiri atas pengurus Badan Pembina Harian (BPH), Rektorat, pimpinan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

“Alhamdulillah, pagi ini keluarga besar Umsida menyelenggarakan kegiatan jalan sehat dengan berbagai rangkaian yang sudah disiapkan panitia. Kegiatan ini menjadi puncak dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia untuk keluarga besar Umsida,” ujar Rektor.
Di balik kebersamaan tersebut, Rektor Umsida memberikan pesan kuat mengenai esensi kemerdekaan yang sesungguhnya. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia yang kini telah menapak usia 81 tahun tidak boleh berhenti pada seremonial atau sekadar terbebas dari penjajahan fisik semata.
Dr. Hidayatulloh menggarisbawahi pilar kemerdekaan yang harus diperjuangkan, yakni peran aktif insan pendidikan dalam membendung berbagai perilaku dan tindakan destruktif di tengah masyarakat.
“Kemerdekaan juga saya memaknai harus terbebas dari berbagai perilaku yang merusak. Indonesia yang merdeka sudah 81 tahun, di sana-sini masih terjadi banyak kerusakan-kerusakan, baik secara fisik maupun non-fisik. Maka kita semua sebagai insan pendidikan harus secara terus-menerus membangun kesadaran agar kita bisa membebaskan dari berbagai macam kerusakan itu,” tegas Hidayatulloh sesaat setelah menyelesaikan rute jalan sehat bersama para peserta.

Ia menilai bahwa kehancuran moral, kerusakan lingkungan, maupun tindakan destruktif sosial lainnya hanya bisa dibendung jika insan pendidikan secara konsisten membangun kesadaran kolektif. Hal ini sejalan dengan perjuangan berat para pahlawan pendahulu yang nilai-nilainya harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain masalah moralitas dan perilaku perusak, Rektor juga menyoroti dua pilar kemerdekaan lainnya yang harus dituntaskan melalui sektor pendidikan, yaitu pembebasan dari kebodohan dan kemiskinan.
Rektor menekankan peran perguruan tinggi dalam mendongkrak kualitas manusia Indonesia. “Tentu Umsida menyadari bahwa kemerdekaan itu tidak hanya sekadar terbebas dari penjajah. Ada hal yang lebih penting dari itu. Kemerdekaan adalah terbebas dari kebodohan. Maka di sini posisi lembaga pendidikan menjadi sangat penting untuk bisa mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, yang tentu kita punya harapan IPM Indonesia itu bisa sejajar dengan negara-negara maju,” paparnya.
Selain pendidikan, pilar kedua yang disoroti adalah pembebasan bangsa dari kemiskinan. Dari total sekitar 287 juta penduduk Indonesia, sebagian besar di antaranya dinilai masih berada di kelas ekonomi menengah ke bawah. Kondisi ini memerlukan intervensi nyata melalui peningkatan kapasitas SDM. “Potret yang semacam ini perlu dibangun sebuah kesadaran kolektif, baik dari jajaran pemerintah maupun dari komponen masyarakat termasuk lembaga pendidikan. Salah satu ikhtiar untuk bisa membebaskan diri dari kemiskinan adalah lagi-lagi meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh pihak yang mengemban amanah di sektor pemerintah, swasta, maupun pendidikan untuk memegang teguh tanggung jawab demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan penegasan Catur Dharma Perguruan Tinggi di Umsida untuk mencapai visi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan inovatif dalam pengembangan IPTEKS berdasarkan nilai-nilai Islam demi kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan puncak peringatan HUT RI di Umsida ini juga ditutup dengan aksi sosial donor darah, panggung hiburan, serta pembagian 1.500 porsi bakso gratis untuk seluruh peserta. (Kholid).