Semarak Gebyar Shalawat Maulid Nabi di Masjid Baitul Ma’bud Desa Kepunten: Perkuat Ukhuwah dan Lestarikan Kesenian Tradisional
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Baitul Ma’bud Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Pengurus masjid bekerja sama dengan jajaran Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) serta warga setempat sukses menggelar acara Gebyar Shalawat, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Senin malam (24/8/2026) setelah ibadah Salat Isya.
Acara yang mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW untuk Hidup yang Lebih Berkah” ini menjadi wadah silaturahmi besar. Kehadiran jamaah begitu membludak karena melibatkan pengurus dari 13 musala dan 1 masjid di lingkungan desa, seluruh ketua RT/RW, hingga perwakilan Pemerintah Desa Kepunten.
Kelancaran dan ketertiban jalannya acara ini juga tak lepas dari peran aktif sejumlah personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kepunten yang turut diterjunkan untuk mengamankan lokasi kegiatan.

Satu hal yang menjadi daya tarik utama dan membuat suasana semakin unik adalah kolaborasi lintas generasi dalam pertunjukan musik islami. Di dalam masjid, gema shalawat dilantunkan secara bergantian dan berselingan antara seni Terbang Al-Banjari yang dibawakan oleh generasi muda dari Remaja Masjid (Remas) serta GP Ansor, dengan kesenian tradisional Terbang Jidor yang dimainkan oleh para bapak-bapak.
Ketua Takmir Masjid Baitul Ma’bud Kepunten, Nur Kodim, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Ia menekankan pentingnya mengenalkan akar budaya islami kepada generasi penerus.
”Kolaborasi ini menggabungkan seni dan budaya untuk mengenalkan tradisi kepada generasi muda. Saat ini Al-Banjari memang sangat marak di kalangan anak muda. Namun, kami yang tua-tua ingin meneruskan kesenian Hadrah atau Terbang Jidor ini supaya anak-anak tahu bahwa sebelum ada Banjari, sudah ada Terbang Jidor lebih dulu,” ujar Nur Kodim.

Ia menambahkan bahwa hikmah utama Maulid Nabi adalah belajar meneladani sikap dan sunnah Rasulullah SAW. “Cinta kepada Rasul tidak cuma shalawat, tapi harus kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Walau tidak bisa 100%, minimal 10% sampai 50% kita bisa meniru jejak beliau,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PRNU Kepunten, Sugiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja menyatukan seluruh takmir musala dan masjid agar suasana kerukunan semakin erat.
”Kami ingin semua berkumpul jadi satu supaya rukun. Kolaborasi Banjari dan Jidor ini ditampilkan bergantian agar Terbang Jidor tetap lestari dan tidak punah tergerus zaman. Ke depan, kegiatan gema shalawat seperti ini akan terus kita tingkatkan lagi,” ungkap Sugiman.
Sementara itu, Plt Kades Kepunten, Gatot Suharjo, mengapresiasi tinggi tradisi guyub rukun yang terus dirawat oleh warga dan pengurus masjid. Menurutnya, kegiatan keagamaan ini menjadi fondasi penting dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan keutuhan bermasyarakat.
”Dari pemerintah desa, kami berpesan untuk tetap menjaga keutuhan dan keimanan. Di masyarakat tentu ada berbagai macam perbedaan, namun kita harus tetap solid. Masalah golongan kita tetap satu dalam bingkai NKRI yang harga mati. Kami selalu mendukung berbagai kegiatan positif yang membangun kerukunan warga Desa Kepunten,” tegas Gatot.
Melalui lantunan shalawat dan perpaduan budaya lintas generasi ini, warga Desa Kepunten tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga membuktikan kuatnya rasa persatuan dan kepedulian dalam menjaga warisan tradisi leluhur. (Kholid).