Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
Kalam Nusantara Kalam Nusantara Kalam Nusantara
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Kalam Pendidikan/Guru Diminta Tak Asal Gunakan AI: Fokus Impact dan Dedikasi untuk Murid
Kalam Pendidikan

Guru Diminta Tak Asal Gunakan AI: Fokus Impact dan Dedikasi untuk Murid

By kalamnusantara.com
September 5, 2026 2 Min Read
0

Sidoarjo (kalamnusantara.com) — Kepala Bidang Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Moh. Shobirin, S.Pd., M.Pd., mengingatkan para pendidik agar tidak bergantung penuh pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam menyusun perangkat pembelajaran. Guru dituntut untuk lebih berfokus pada dampak nyata pembelajaran serta adaptasi terhadap kebutuhan peserta didik.

Sorotan utama terkait tantangan peran guru di era digital ini disampaikan Shobirin saat menutup kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 01 dan 02 Kecamatan Sedati di SD Hangtuah 10 Sedati, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan bertema “Peningkatan Kinerja Guru melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Tahun 2026” ini menyajikan materi konten kreator sekaligus pembinaan pegawai.

Dalam arahannya, Shobirin menyoroti kemudahan teknologi AI yang berpotensi menurunkan kepekaan guru terhadap kondisi murid di kelas. Menurutnya, perangkat ajar yang dibuat secara instan tidak ada artinya jika tidak relevan dengan kebutuhan asesmen dan karakter siswa.

“Membuat perangkat mengajar sekarang gampang, Bu. Buka AI, satu menit keluar, sampeyan print. Tapi jangan begitu. Perhatikan anak-anak jenengan. Kalau jenengan membuat media atau asesmen, cocok gak dengan kebutuhan anak-anak? Sehingga ketika jenengan mengajar, ada dampak: pengetahuannya bertambah dan karakternya berubah. Kalau ngajar tidak ada dampak, leren wis gak usah dadi guru,” tegas Shobirin.

Lebih lanjut, Shobirin menekankan bahwa keberhasilan seorang guru diukur dari sejauh mana kehadiran dan ilmunya membekas pada diri murid melalui tiga prinsip utama. Pertama, guru harus bisa disayang murid karena ilmunya, bukan sekadar karena penampilan fisik. Hal ini hanya bisa dicapai jika guru memiliki strategi mengajar yang tepat hingga materi tersampaikan dengan baik. “Jadilah guru yang disayang murid karena ilmunya, bukan karena ganteng atau cantiknya. Kalau ilmunya masuk, sampai rumah anak cerita ke orang tuanya kalau cara mengajar gurunya enak dan teringat terus,” ujarnya.

Kedua, pendidik dituntut untuk disegani murid karena kedisiplinannya. Sikap disiplin guru menjadi fondasi utama pembentukan karakter siswa melalui keteladanan sehari-hari. “Jadilah guru yang disegani murid karena kedisiplinan jenengan. Tanpa sadar, murid-murid meneladani kita. Kalau kita tidak disiplin, jangan diharap muridnya disiplin. Teladan seorang guru akan direkam oleh anak-anak,” tambahnya.

Ketiga, seorang pendidik hendaknya dirindukan murid karena dedikasinya. Menurut Shobirin, konsistensi dan integritas dalam mengajar merupakan kunci utama keberhasilan karir seorang guru dalam jangka panjang. “Jadilah guru yang dirindukan oleh murid karena dedikasinya. Kalau jenengan konsisten dengan dedikasi, terutama guru-guru yang muda, percaya saya, cita-cita dan puncak prestasi jenengan akan tercapai,” tutur Shobirin memotivasi.

Menutup pengarahannya, Shobirin membagikan perjalanan karirnya sejak menjadi guru honorer pada tahun 1996 hingga dipercaya menduduki jabatan struktural di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Ia menekankan bahwa posisi yang dicapainya saat ini merupakan buah dari dedikasi panjang dan integritas yang terus dirawat. (Rozad / Kholid).

Tags:

Dinas Pendidikan dan KebudayaanGugus 01 & 02 SedatiGuruGuru SDGuru Sekolah Disayang MuridK3SKalam Nusantarakalamnusantara.comPak ShobirinPengembangan Keprofesian BerkelanjutanPGRI SidoarjoSD Hangtuah 10 SedatiSLCC PGRI
Author

kalamnusantara.com

Follow Me
Other Articles
Previous

Terapkan Ilmu Pelatihan di Kelas, Pengawas Korwil Sedati Dorong Guru Jadi Kreator Konten Pembelajaran

Next

Seru! Anak Yatim se-Desa Modong Ngaji dan Bermain Bersama di Villa Samawa Pacet

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
Copyright 2026 — Kalam Nusantara. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme