Heran dan Takjub, Jemaah Umrah Termuda Asal Blitar Ini Pertanyakan Mitos Burung Dara di Masjid Sayyidina Ali
Madinah (kalamnusantara.com) — Ada momen menarik sekaligus menggelitik saat pelaksanaan ibadah umrah rombongan Ar Roudloh Global Tour & Travel tahun ini. Mohammad Fadhil Setyawan, jemaah umrah termuda berusia 13 tahun asal Blitar, merasa heran dan penasaran dengan fenomena unik keberadaan burung dara di kawasan masjid-masjid bersejarah di Madinah.
Siswa kelas 8 SMP tersebut menaruh perhatian besar saat mengamati perbedaan mencolok antara Masjid Umar bin Khattab, Masjid Al-Ghamamah, dan Masjid Sayyidina Ali. Jika di Masjid Umar dan Masjid Al-Ghamamah tampak dipenuhi ribuan burung dara yang bebas hinggap dan terbang, lain halnya dengan Masjid Sayyidina Ali yang justru sepi dari kawanan burung tersebut.
Rasa penasaran itu mendorong Fadhil untuk bertanya langsung kepada Mutawif Ar Roudloh Global Tour & Travel, Ustaz Fahrur Asnar. Fadhil menanyakan kebenaran mitos yang beredar di masyarakat mengenai alasan burung dara tidak pernah hinggap di kubah Masjid Sayyidina Ali.
“Ustaz, kenapa di dua masjid ini ada burung dara, sementara di Masjid Sayyidina Ali tidak ada?” tanya Fadhil sembari tersenyum penasaran.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Fahrur menjelaskan anggapan yang selama ini beredar di tengah peziarah. “Banyak yang mengatakan, ini mitos ya, di kubah Masjid Sayyidina Ali ada duri-duri kecil sehingga burung tidak bisa hinggap,” ujar Fahrur.
Meski demikian, Fadhil yang memiliki pemikiran kritis mencoba membedah fenomena tersebut dari sudut pandang yang lebih logis.
“Supaya tidak penasaran makanya saya tadi bertanya, setelah dijelaskan ya sekarang jadi tahu,” kata Fadhil saat berdiskusi dengan Ustaz Fahrur Asnar di sela-sela kegiatan umrah.
Menurut Fahrur, secara rasional kondisi fisik bangunan serta kubah masjid yang berwarna putih dan bertekstur licin bisa jadi merupakan alasan utama mengapa burung sulit untuk hinggap, bukan semata-mata karena mitos duri di atas kubah.
Di balik rasa heran atas fenomena tersebut, remaja berusia 13 tahun ini mengaku sangat bersyukur dan senang bisa menjalankan ibadah umrah tahun ini. Kesempatan beribadah ke Tanah Suci sekaligus mempelajari sejarah perkembangan Islam secara langsung menjadi pengalaman berharga dan berkesan baginya.

Rangkaian kegiatan ziarah rombongan kemudian dilanjutkan menuju Makam Baqi dan pelataran Masjid Nabawi. Para jemaah juga menyempatkan diri untuk berswafoto demi mengabadikan momen berkesan tersebut di Kota Suci Madinah. (Kholid).