Menelusuri Sejarah Masjid Ghamamah dan Jejak Sahabat Bersama Jemaah Ar Roudloh Global Tour
Madinah (kalamnusantara.com) — Perjalanan ziarah jemaah umrah Ar Roudloh Global Tour & Travel di Kota Madinah Al-Munawwarah menghadirkan momen spiritual yang mendalam. Usai mengunjungi Saqifah Bani Sa’idah, para jemaah melanjutkan ziarah menapaki jejak historis di sekitar kawasan Masjid Nabawi, Rabu (28/10/2026).
Di bawah bimbingan Mutawif Ustaz Fahrur Asnar, rombongan diajak mendatangi sejumlah lokasi bersejarah di sekitar Tanah Suci, di antaranya Masjid Ghamamah, Masjid Sayyidina Umar bin Khattab, hingga Masjid Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Dalam penyampaiannya di lokasi, Ustaz Fahrur Asnar menerangkan asal-usul penamaan Masjid Ghamamah. Kata “Ghamamah” sendiri memiliki arti awan. Penamaan tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah saat Rasulullah SAW bersama para penduduk Madinah melaksanakan shalat Istisqa (memohon hujan) di tengah puncak musim panas yang suhunya mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
“Dulu kawasan ini bukan masjid, melainkan lapangan terbuka yang sangat luas. Ketika Rasulullah SAW berkhotbah dan memimpin shalat Istisqa, atas kuasa Allah SWT, gumpalan awan hadir menaungi tempat Rasulullah dan para jemaah yang sedang beribadah,” terang Ustaz Fahrur.
Selain lokasi shalat Istisqa, lanjut Ustaz Fahrur, Masjid Ghamamah mencatatkan dua peristiwa penting lainnya dalam sejarah Islam yaitu, Rasulullah SAW pernah memimpin pelaksanaan shalat dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, di area terbuka ini.
“Tempat ini juga menjadi saksi momen ketika Rasulullah SAW mendirikan shalat Gaib untuk Raja Najashi,” ungkapnya.
Di kawasan tersebut, jemaah juga diajak mengamati letak bangunan masjid bersejarah lainnya, seperti Masjid Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Masjid Sayyidina Umar bin Khattab yang berada tak jauh dari Masjid Ghamamah.
Ustaz Fahrur menjelaskan bahwa lokasi masjid-masjid tersebut berada di area yang saling berdekatan karena perbedaan zaman serta tata letak wilayah di masa lalu. Dahulu, kawasan sekitar masih berupa hamparan berbatu dan area terbuka yang terbagi dalam beberapa wilayah kegiatan.
Melalui ziarah ini, jemaah juga mendapat penguatan pemahaman mengenai urutan pembangunan masjid pertama dalam sejarah Islam. Bangunan pertama yang didirikan oleh Rasulullah SAW adalah Masjid Quba, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Masjid Nabawi. Sementara itu, ibadah seperti shalat Istisqa pada masa Rasulullah SAW secara khusus diselenggarakan di ruang terbuka atau lapangan luas.
Kegiatan ziarah historis ini memberikan kesan mendalam bagi jemaah Ar Roudloh Global Tour & Travel, memperkaya wawasan sejarah sekaligus memperkuat keimanan selama menjalankan ibadah di Kota Suci Madinah. (Kholid).