Polisi dan Dokkes Polda Jatim Turun Tangan Evakuasi Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Sejumlah anggota Polisi Sidoarjo bersama tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri, diterjunkan untuk membantu kelancaran proses evakuasi ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Para santri mengalami gejala keracunan seusai mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Personel gabungan dari Polda Jawa Timur, Polresta Sidoarjo, hingga polsek jajaran disiagakan di dua titik utama, yakni area pondok pesantren dan sejumlah rumah sakit rujukan. Selain menyiagakan penanganan medis dasar, petugas di lapangan bergerak cepat melakukan pengawalan serta pengaturan arus lalu lintas untuk mengamankan jalur ambulans agar evakuasi santri menuju rumah sakit berjalan tanpa hambatan.
Di lokasi Ponpes Manbaul Hikam, tim Dokkes Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo langsung memberikan pertolongan pertama. Masjid pondok pesantren difungsikan secara darurat sebagai posko penanganan sementara untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal kepada para santri yang bergejala.
Kapolresta Sidoarjo melalui Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas insiden kesehatan yang menimpa para santri, serta sejumlah siswa dari sekolah lain. Diketahui, hidangan MBG tersebut bersumber dari SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
“Semoga kondisi kesehatan para santri segera membaik dan sehat kembali,” ujar AKP Tri Novi Handono, Rabu (2/9/2026).
AKP Tri Novi menegaskan bahwa penurunan personel dari berbagai satuan fungsi, termasuk tim Dokkes, merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus langkah nyata kepolisian dalam mengawal percepatan penanganan medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan maksimal. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan sekaligus memberikan rasa aman bagi para santri, pengurus pesantren, dan pihak keluarga. (Sukisno).