Siswa Spemduta Guncang Atrium Royal Plaza lewat ‘Wonderland’, Hadirkan Belajar Bahasa Inggris di Ruang Publik
Surabaya (kalamnusantara.com) — Siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta) Sidoarjo, bukan sekadar mengguncang panggung. Mereka sedang mengguncang cara pandang tentang belajar, bahwa kemerdekaan juga berarti berani keluar dari kelas, berani tampil, dan berani membawa Indonesia berbicara kepada dunia.

Di hadapan ratusan pengunjung dan orang tua, para siswa menunjukkan kemampuan yang tidak biasa untuk ukuran peserta didik kelas 7. Mereka mengambil alih hampir seluruh peran dalam pertunjukan.

Mulai dari Master of Ceremony (MC), penampilan tari tradisional, hingga pertunjukan band, seluruhnya dilakukan oleh siswa. Guru tidak berdiri sebagai pusat pertunjukan. Mereka berada di belakang layar, memantau dan memastikan kegiatan berjalan aman serta sesuai tujuan pembelajaran.
Pemandangan inspiratif tersebut mewarnai Atrium Royal Plaza Surabaya pada Selasa (18/8/2026). Sebanyak 74 siswa program International Class Orientation (ICO) SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta) mengikuti kegiatan Outdoor Learning (ODL) secara nyata.

Mengusung tajuk “Wonderland”, acara ini memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan dipadukan secara ciamik dengan penguasaan Bahasa Inggris, digunakan secara aktif sepanjang acara di depan publik, penampilan tari tradisional sebagai bentuk kebanggaan identitas bangsa, pertunjukan band modern yang menambah dinamika suasana, melatih public speaking dan koordinasi tim secara langsung.
Mikrofon menggantikan fungsi papan tulis, panggung menjadi media praktik, dan ratusan pengunjung mal hadir sebagai audiens yang memberikan pengalaman belajar autentik.

Tampil di pusat perbelanjaan tentu memberikan tantangan tersendiri dibandingkan belajar di dalam ruang kelas konvensional. Melalui ODL ini, para siswa terdorong untuk mengasah berbagai kompetensi penting yaknie kemampuan tidak cukup hanya diukur melalui nilai di atas kertas. Siswa juga perlu memiliki komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kepemimpinan, dan kepercayaan diri yang kuat.
Pengalaman ini membuktikan bahwa pusat perbelanjaan pun dapat bertransformasi menjadi laboratorium pembelajaran yang efektif ketika siswa diberi kepercayaan penuh untuk mengambil peran.
Kepala Spemduta, Arif Syaifuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bagian mendasar dari proses pendidikan karakter dan keterampilan siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar bahasa Inggris di dalam kelas, tetapi berani menggunakannya dalam situasi nyata. Melalui Outdoor Learning ini, mereka belajar tampil, berkomunikasi, bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus bangga terhadap budaya Indonesia,” jelas Arif.
“Guru cukup mendampingi dan memantau, karena panggung ini memang kami berikan sepenuhnya kepada siswa untuk belajar dan berkembang,” tambahnya.
Penulis : Emil Mukhtar Efendi, S.Kom / Kholid