Menyambut HUT ke-81 RI, Warga di Kecamatan Tulangan Tegaskan Pentingnya Kesejahteraan Rakyat, Hukum Adil, dan Wirausaha
Sidoarjo (kalamnusantara.com) – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ajang refleksi mendalam bagi masyarakat. Salah satu warga di Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Muhammad Saiful, menyampaikan pandangan kritis sekaligus solutif terkait kondisi perekonomian, penegakan hukum, serta pentingnya kemandirian ekonomi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Saiful kepada awak media sesaat setelah menghadiri tradisi Barikan yang digelar warga di Jalan Arum Ndalu RT 04 RW 02 Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu malam (16/8/2026).
Menghadapi tantangan ekonomi saat ini, seperti dinamika nilai tukar rupiah dan ketersediaan lapangan kerja yang belum merata, Saiful menggarisbawahi pentingnya peran aktif pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat bawah.
”Setiap kebijakan pasti memiliki dampak positif dan negatif. Harapan utama rakyat kepada pemerintah di momen kemerdekaan ini adalah hadirnya kebijakan yang benar-benar menyasar dan dirasakan langsung oleh rakyat kecil melalui pendekatan yang nyata (blusukan),” ujar Muhammad Saiful.
Ia menambahkan, pengelolaan dan penyaluran keuangan negara harus dilakukan secara tepat sasaran dengan memprioritaskan warga kurang mampu. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah akses pendidikan. Menurutnya, anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu wajib mendapat dukungan penuh agar mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul.
”Kita ingin kelak muncul generasi penerus yang cerdas, seperti lahirnya ‘BJ Habibie baru’ demi kemajuan bangsa,” tegasnya.
Selain masalah ekonomi, isu korupsi dan kepastian hukum turut menjadi sorotan utama. Saiful menegaskan bahwa penegakan hukum di Indonesia harus senantiasa berpijak pada nilai kebenaran dan Pancasila.
Mengenai sanksi bagi para pelaku tindak pidana korupsi, ia mendorong adanya wacana pengetatan sanksi agar tercipta efek jera yang nyata.
”Pembahasan mengenai hukuman yang berat, seperti hukuman mati atau hukuman penjara kurungan yang panjang, harus dipertimbangkan dan dikaji secara matang bersama para ahli, tokoh agama, dan ulama agar menemukan formula hukum yang tepat,” ungkap Saiful.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawalan dalam proses hukum agar masyarakat dapat melihat keadilan secara jernih dan terbuka.
Di akhir penyampaiannya, Saiful membagikan pesan berkesan dari almarhum mantan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPM 11 Wonoayu, Pak Sapi’in, mengenai pentingnya jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) di tengah sulitnya mencari pekerjaan.
”Mencari pekerjaan itu sulit. Oleh karena itu, jangan hanya berfokus mencari kerja, tetapi cobalah untuk menciptakan lapangan kerja sendiri,” ucap Saiful mengenang pesan almarhum.
Saiful mengajak masyarakat untuk berani memulai usaha, berinovasi, dan tidak sekadar mengekor kompetitor. Bagi Saiful, keberhasilan usaha tidak selalu diukur dari besarnya modal awal, melainkan dari konsistensi dan nilai-nilai yang dipegang.
”Meskipun memulai dari usaha kecil-kecilan dengan modal dan keuntungan yang belum seberapa, yang terpenting adalah melaksanakannya dengan tekun, bersyukur, serta tetap menjaga niat baik dan nilai-nilai syariat,” pungkasnya. (Kholid).